Senin, 26 Maret 2012

Belajar Menjadi Ilmuwan


Tahu ilmuwan bukan? Apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata ilmuwan? Apakah seorang kakek-kakek berkepala botak dengan rambut memutih, berjenggot, berkaca mata, dan bekerja di laboratorium? Kalau itu anggapan kalian, maka kalian salah! Ilmuwan adalah orang yang bekerja dan mendalami dengan tekun dan sungguh-sungguh suatu bidang ilmu pengetahuan. Ilmuwan mencakup berbagai bidang keilmuan, misalnya sosiolog, antropolog, biolog, fisikawan, ahli matematika, ahli filsafat, pustakawan, dan lain-lain.

Bisakah kita menjadi ilmuwan? Jawabannya tentu bisa! Nah, sekarang bagaimana caranya belajar menjadi seorang ilmuwan? Untuk menjadi seorang ilmuwan, kita harus mengetahui karakter seorang ilmuwan sejati serta memiliki kemampuan dasar seorang ilmuwan. Tertarik? Kita bahas yuk!



Karakter atau sikap dan sifat yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan sejati antara lain :



1.  Rasa ingin tahu yang tinggi

Rasa ingin tahu adalah suatu dorongan atau hasrat untuk lebih mengerti suatu hal yang sebelumnya kurang atau tidak kita ketahui. Rasa ingin tahu dapat berkembang  saat melihat diri sendiri dan lingkungan sekitar kita. Untuk dapat merangsang keingintahuan kita, kita harus tertarik terhadap sesuatu terlebih dahulu serta berpengetahuan cukup tentang hal itu. Selain itu  dapat juga diasah melalui sikap peduli terhadap lingkungan sekitar kita dengan melihat dan mengamati.

2.  Pantang menyerah

Dalam penelitian, pasti akan ada persoalan yang harus dihadapi. Nah, seorang ilmuwan tidak boleh mudah menyerah dalam mengatasi persoalan yang dihadapi selama melakukan penelitiannya. Misalnya saat menerapkan metode pertama  bahkan metode kedua gagal, maka kita harus mencoba metode lain yang lebih efisien namun tetap mengacu pada metode ilmiah yang telah ditentukan sejak awal penelitian.

3.  Mencintai kebenaran dan kejujuran

Sifat jujur dan menjaga kebenaran merupakan modal penting untuk menghasilkan ilmu pengetahuan.  Ilmuwan akan senantiasa berusaha mendapatkan data yang benar-benar bisa menjawab rasa ingin tahunya. Data yang baik adalah data yang jujur, tidak dimanipulasi baik secara kuantitas maupun kualitas. Karena jika data yang digunakan tidak benar, maka penelitiannya akan berdampak buruk jika diterapkan oleh masyarakat.

4.  Berani

Seorang ilmuwan harus berani melakukan tindakan dan berani mengambil resiko dari kegiatan penelitian yang dilakukan. Bayangkan keberhasilan yang akan kita raih jika penelitian yang kita lakukan berhasil dan bermanfaat bagi orang banyak, itu akan membuat kita berani untuk melakukan tindakan dalam penelitian.  Dalam penelitian, kita harus fokus terhadap apa yang kita teliti dan kadang kala menuntut kita untuk berkutat di laboratorium, menghabiskan waktu ber jam-jam di perpustakaan atau bersusah payah mengumpulkan data penelitian di tempat tertentu. Itu adalah resiko yang harus dijalani oleh seorang ilmuwan. Rasa senang justru akan timbul jika kita berani mengambil resiko tersebut. Keberhasilan selalu membutuhkan pengorbanan positif!

5.  Tekun

Ketekunan adalah kemampuan untuk terus berusaha, bahkan manakala dihadapkan pada kegagalan. Tekun dapat pula diartikan sebagai sikap sabar sekaligus teliti. Meneliti memberikan kesabaran untuk selalu mencoba setiap langkah dan memperbaiki kesalahan. Sikap teliti akan menghindarkan kita dari kesalahan yang tidak perlu. Seorang ilmuwan harus berusaha meminimalisasi kesalahan dalam segala bentuk, baik berupa kesalahan percobaan, metode ataupun kesalahan manusiawi yang tidak disengaja.

6.  Terbuka

Sikap terbuka sangat penting dimiliki oleh seorang ilmuwan. Sikap terbuka berarti harus bisa menerima setiap respon orang, menerima pendapat, kritik, saran atau koreksi terhadap proses atau hasil penelitian. Dengan kritik dan saran dari orang lain akan menghindarkan ilmuwan dari kesalahan sehingga kualitas penelitian akan selalu terjaga.

7.  Optimis

 Seorang ilmuwan harus selalu optimis atau memiliki keyakinan bahwa penelitian yang dilakukannya akan berhasil dan memberikan manfaat bagi orang lain.

8. Analitis

Sikap analitis adalah kemampuan untuk menguraikan suatu persoalan dari segala sudut pandang secara menyeluruh.  Untuk menumbuhkan sikap analitis, biasakanlah melihat sesuatu secara  mendetail dan lengkap. Dengan demikian kita akan tahu bahwa hal-hal kecil pun berperan penting. Selain itu cobalah untuk melihat setiap persoalan dari berbagai sudut pandang.

9. Mendekatkan diri pada Tuhan

Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, kita tidak hanya dapat menyelesaikan penelitian, selalu yakin dan bekerja keras tetapi kita juga akan mendapatkan berkah dari-Nya karena ilmu yang kita kembangkan memberikan manfaat positif bagi orang lain.

Selain 9 karakter atau sikap dan sifat di atas, seorang ilmuwan juga harus memiliki kemampuan dasar membaca, mengamati, meneliti, mengetahui metode ilmiah dan menulis. Nah, dari 9 karakter tersebut, berapakah yang sudah kalian miliki? Jika masih ada beberapa yang belum, terus berusaha untuk mencoba ya!

Apa itu metode ilmiah? Metode ilmiah adalah suatu cara untuk memecahkan masalah ilmiah dengan langkah-langkah tertentu dan teratur. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut :

1. Merumuskan Masalah

Apakah masalah itu? Masalah adalah keadaan dimana terdapat kesenjangan antara hal yang bersifat positif (kejadian/fenomena) dengan kondisi yang bersifat ideal (teori). Perumusan masalah merupakan langkah awal dalam metode ilmiah. Perumusan masalah yang baik dinyatakan dengan kalimat terbuka yang membutuhkan jawaban berupa pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak.

Bagaimana memilih masalah yang baik?  Pilihlah masalah yang penting dan menarik untuk diteliti, dapat dipecahkan secara eksperimen, dan yang tidak kalah penting adalah sesuai dengan kualifikasi peneliti.

Bagaimana cara menemukan masalah? Perhatikan alam sekeliling kita dan gunakan kepekaan perasaan kita untuk menemukan masalah, perhatikan kebiasaan orang di sekitar kita, bergabung dalam diskusi ilmiah  dan gemarlah membaca. Cara itu dapat membantu kita untuk menemukan masalah penelitian.

2. Mengumpulkan Data

Pengumpulan data bertujuan untuk memberikan informasi dasar sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui studi referensi (jurnal, karya ilmiah, buku, majalah, internet, dan lain-lain), mengumpulkan informasi dari para ahli, serta melakukan  eksplorasi lain yang berkaitan dengan masalah.

3. Menyusun Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara dari rumusan masalah yang telah ditentukan sebelum penelitian sebenarnya dilakukan.

4. Melakukan Eksperimen/Percobaan

Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Sebelum melaksanakan eksperimen, susunlah langkah-langkah eksperimen dengan jelas mulai dari penentuan alat dan bahan serta urutan kegiatan percobaan yang akan dilakukan.

Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol. Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.

Lakukan pencatatan data hasil pengamatan selama eksperimen berlangsung dengan tertib, jujur dan obyektif.

5. Menarik Kesimpulan

Kesimpulan merupakan ringkasan akhir dari hasil penelitian berdasarkan data-data yang dikumpulkan selama melaksanakan eksperimen/percobaan dan dirumuskan  dalam bentuk pernyataan yang menunjukkan bagaimana hasil eksperimen dengan hipotesis. Akan lebih baik lagi kalau kesimpulan diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.

Jika hasil ekperimen tidak sesuai dengan hipotesis, carilah alasan atau penyebab mengapa tidak sesuai, jangan mengubah hipotesis atau mengabaikan data-data percobaan.

6. Menguji Kesimpulan dengan Mengulang Eksperimen.

Mengulang eksperimen bertujuan untuk menguji hasil penelitian. Mengulang eksperimen sangat penting terutama jika kesimpulan berbeda dengan hipotesis.

Nah, itu merupakan langkah-langkah metode ilmiah yang harus dikuasai oleh seorang ilmuwan.  Bagaimana, tertarik ingin mencobanya?


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar